Feeds:
Pos
Komentar

“aku (mungkin) munafik”

Hari kemarin, aku memikirkan apa yang akan terjadi hari ini.
Hari ini, aku memikirkan apa yang akan terjadi esok.

“Tuhan menegur…”
“Hidup bukan tentang menyesali keterbatasan ruang dan waktu, Hidup seharusnya mengoptimalkan dua hal tersebut”.
“Terlalu sibuk mempertanyakan tentang kesulitan hidup, berhentilah, tanyakanlah ‘apa yang membuatnya jadi sulit’, waktumu tak banyak”
“Satu hal yang pasti adalah ketidakpastian, dan tak ada yang perlu diragukan, tentukan saja sebuah pilihan”
“A good man, never find (a) pain, he just feel some obstacles”
“Keberhasilan adalah hal yang terparameterkan oleh subjektifitas manusia, tapi sebuah Kepuasan sangatlah relatif”
“Ketika sebuah pertanyaan tak bisa dijawab oleh sesuatu yang terlihat nyata, maka mulailah memikirkan hal-hal membingungkan – eksplorasi pemikiran”
“Tuhan mendengarkan, Tuhan menjawab, dengan begitu kita memahami arti sebuah doa.”

Aku lihat ke luar, aku bermimpi.
Aku lihat ke dalam, saatnya aku bangun mimpi itu.
Aku menyapamu, Tuhan.


sunset pantai Padang

Sengaja pagi ini saya berselancar ke dunia maya untuk melihat beberapa updating berita. Entah mengapa, pikiran saya tertuju pada kampung halaman di Sumatera Barat. Langsung saja saya buka web google untuk mendapatkan beberapa berita terbaru. Ternyata, berita yang ada masih seputar bencana Tsunami yang menimpa kawasan Mentawai. Saat tulisan ini dibuat, masa tanggap darurat untuk bencana Tsunami Mentawai telah berlalu. Saya melanjutkan pencarian berita di mesin pencari google. Sebuah artikel tahun 2006 tentang rencana pembangunan Padang Bay City cukup menarik minat saya.


Pelabuhan Teluk Bayur (rancangan ke depan)


rencana pembangunan PBC

Rencana pembangunan Padang Bay City sudah cukup lama diketahui oleh publik, terutama masyarakat kota Padang sendiri. Proyek ini dirancang untuk menjadi salah satu ikon di kota Padang. Rencananya, pembangunan proyek yang menelan biaya miliaran rupiah ini akan dilaksanakan di kawasan muaro hingga pantai Air Manis. Untuk kawasan muaro akan dikembangkan menjadi kawasan marina, dimana saat ini aktivitas laut cukup ramai terjadi. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pengembangan Padang Bay City akan dilandaskan kepada konsep kawasan hunian, wisata, perhotelan, dan niaga.
Lanjut Baca »

untuk kalian, pembicaraan hingga menjelang pagi, terimakasih sudah mampir, teman.

Live another day
Climb a little higher
Find another reason to stay
Ashes in your hands
Mercy in your eyes
If you’re searching for a silent sky…

You won’t find it here
Look another way
You won’t find it here
So die another day

The coldness of his words
The message in his silence,
‘Face the candle to the wind…’
This distance in my voice
Isn’t leaving you a choice
So if you’re looking for a time to run away…

You won’t find it here
Look another way
You won’t find it here
So try another day

They took pictures of our dreams
Ran to hide behind the stars
And said maybe when it’s right for you, they’ll fall
But if they don’t come down
Resist the need to pull them in
And throw them away
Better to save the mystery
Than surrender to the secret

You won’t find it here
Look another way
You won’t find it here
So try another day

Tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa malam ini akan jadi luar biasa seperti ini.
Aku terduduk bersama lima orang sahabatku.
Aku pandangi wajah mereka satu-satu.
Malam ini mereka buat segalanya jadi spesial.
Aku bisa lihat kelelahan akan hari ini dan semangat untuk hari esok di wajah mereka.
Mereka buat aku bingung, sedih, senang, dan terharu malam ini.
Tak banyak yang kita bicarakan.

Aku tahu.
Waktu kita memang tak banyak malam itu.
Aku tahu.
Malam ini tak mungkin bagi kita berbicara banyak hal.
dan Aku tahu.
Pertemuan ini sangat berarti bagiku, bagi kalian juga.

Sedihku,
Tuhan pernah berkata, manusia harus berbuat baik kepada sesama dan tak boleh berjalan dengan kesombongan di muka bumi-Nya. Sudahkah aku baik pada kalian?
Senangku,
Kalian selalu berbagi cerita, berbagi canda tawa, berbagi duka lara. Aku tahu, setiap kejadian itu adalah sejarah bagiku dan kalian. Sekalipun esok atau lusa semua hal berbeda terjadi pada kita semua.

Terima kasih.
Dua kata yang menurutku memiliki makna yang sangat “romantis” dan sakral.
Cukup mudah mengucapkannya, namun banyak orang enggan untuk mengucapkan.
Aku sangat menghargai dua kata tersebut.
Terima kasih.
Untuk kalian yang telah membuat malam ini jadi bermakna.

Terima kasih Amri Ahmad
Terima kasih Indah Mutiara Kami
Terima kasih Imam Kurnia P
Terima kasih Dixie Thamrin
Terima kasih Gandrie Ramadhan
Terima kasih Kun Riana Aplika
Terima kasih Agnindhira N
Terima kasih semua,

a big surprise for my twenty.
“sebuah kamera yang akan selalu saya ingat, mungkin hingga saya tak lagi bisa mengingat”
terima kasih teman.

Langkah ke Duapuluh.

Tangis dan teriakan itu memecah keheningan dunia, walau hanya sesaat.
Aku menuju Langkah Pertama ku. Sayup-sayup suara adzan terdengar.
Di Langkah kedua dan ketiga, aku terbata-bata, terjatuh lalu bangkit, aku berusaha meraih tangan Ibu.

Aku di Langkah keempat dan kelima, semua mulai terlihat begitu menyenangkan. Yang ada hanya bermain dan bertengkar.
Aku tersentak, begitu banyak kertas di hadapanku. Oh, aku sudah di langkah keenam, tujuh, dan delapan.
Langkah kesembilan dan sepuluh, dunia terasa begitu lambat berputar.
Pukulan rotan itu harus kuterima di langkah kesebelas. Dan sibungsu telah tiada.

Hei, surat apa ini? wanita? tahu apa aku di Langkah keduabelas ini.
Aku menurut saja di Langkah ketigabelas hingga limabelas, Ibu melarang. Toh, warna-warni mulai terlihat disini.
Aku ingin tahu ada apa disana, Langkah keenambelas memberiku angin segar.
Wanita, ia kembali, walau bukan ia. apa sebenarnya yang ada dalam dirinya? hingga banyak Adam mengagumimu, begitupun aku. Ini Langkah ketujuhbelas.

Bangun..! Apa kau hanya akan duduk termangu diujung sana? Kehidupan ini tak akan menunggumu kawan, kau sudah di Langkah delapan belas.
Idealisme, hanya onggokan sampah atau justru amunisi yang memenuhi ranselku di Langkah kesembilanbelas.
Aku masih melihat mentari, semalaman aku berjalan melihat banyak kerumunan. Terlalu riuh. Badai dan panas terlalu sering datang. Hei..! Kau mau apa?

Aku letih.. Tapi ini baru sepertiga perjalananku. Entahlah. Aku belum terlalu siap, langkahku terlalu goyah. Hei..! Roda kehidupan sekali lagi tak akan menunggumu. Apa kau belum sadar juga?
Aku terbangun di Langkah ke Duapuluh. Aku harus siap…! Aku yang memilih…! Aku yang menentukan…!

karena kita satu HMS.

ILMU LOGIKA…!
JIKA DAN HANYA JIKA AKU ANGGOTA HMS, MAKA SELURUH ANGGOTA HMS ADALAH SAUDARAKU…!
JIKA DAN HANYA JIKA AKU ANGGOTA HMS, MAKA KETUA HIMPUNAN ADALAH PEMIMPINKU…!

Jargon tersebut menutup prosesi kaderisasi tahap awal bagi anggota baru HMS sebelum Ketua Himpunan membaca SK sebagai legalitas diterimanya Sipil 09 menjadi keluarga baru di HMS.

Tengah malam tadi, diselimuti dinginnya udara malam, tak menggoyahkan semangat para kader-kader baru HMS untuk mengikuti puncak dari proses pembelajaran tahap awal mereka.

Ya, 145 mahasiswa teknik sipil ITB 09, resmi menjadi bagian dari HMS.
Mereka yang membuat pilihan.
Mereka yang akan menentukan tujuan mereka.
Mereka yang akan mengukir sejarahnya masing-masing.

Semua ini baru awal, teman.
Jalan kalian masih panjang, begitu pula dengan aku, dia, dan mereka.
Buktikan ikrar yang kalian ucapkan.
Karena sekarang Aku bukanlah Aku, Dia bukanlah Dia, Kalian bukanlah Kalian.
Karena sekarang Kita adalah Kita. Satu HMS, Satu Keluarga.


tiba-tiba ada belasan massage di inbox deviantArt saya.
wah, ada dua balasan massage berbahasa Inggris.
ternyata, memang seorang fotografer kebangsaan Jerman yang me-reply massage saya.
sebelumnya, saya hanya iseng menulis di sebuah forum di web deviantArt. then, si orang Jerman ternyata memberi balasan.
dan kita pun bercerita tentang banyak hal mengenai fotografi. ternyata kita satu agama: CANON unity. :)
Ia dengan Canon 40D nya dan saya dengan Canon 1000D nya.
good job.!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.