Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘aku’

Langkah ke Duapuluh.

Tangis dan teriakan itu memecah keheningan dunia, walau hanya sesaat.
Aku menuju Langkah Pertama ku. Sayup-sayup suara adzan terdengar.
Di Langkah kedua dan ketiga, aku terbata-bata, terjatuh lalu bangkit, aku berusaha meraih tangan Ibu.

Aku di Langkah keempat dan kelima, semua mulai terlihat begitu menyenangkan. Yang ada hanya bermain dan bertengkar.
Aku tersentak, begitu banyak kertas di hadapanku. Oh, aku sudah di langkah keenam, tujuh, dan delapan.
Langkah kesembilan dan sepuluh, dunia terasa begitu lambat berputar.
Pukulan rotan itu harus kuterima di langkah kesebelas. Dan sibungsu telah tiada.

Hei, surat apa ini? wanita? tahu apa aku di Langkah keduabelas ini.
Aku menurut saja di Langkah ketigabelas hingga limabelas, Ibu melarang. Toh, warna-warni mulai terlihat disini.
Aku ingin tahu ada apa disana, Langkah keenambelas memberiku angin segar.
Wanita, ia kembali, walau bukan ia. apa sebenarnya yang ada dalam dirinya? hingga banyak Adam mengagumimu, begitupun aku. Ini Langkah ketujuhbelas.

Bangun..! Apa kau hanya akan duduk termangu diujung sana? Kehidupan ini tak akan menunggumu kawan, kau sudah di Langkah delapan belas.
Idealisme, hanya onggokan sampah atau justru amunisi yang memenuhi ranselku di Langkah kesembilanbelas.
Aku masih melihat mentari, semalaman aku berjalan melihat banyak kerumunan. Terlalu riuh. Badai dan panas terlalu sering datang. Hei..! Kau mau apa?

Aku letih.. Tapi ini baru sepertiga perjalananku. Entahlah. Aku belum terlalu siap, langkahku terlalu goyah. Hei..! Roda kehidupan sekali lagi tak akan menunggumu. Apa kau belum sadar juga?
Aku terbangun di Langkah ke Duapuluh. Aku harus siap…! Aku yang memilih…! Aku yang menentukan…!

Read Full Post »